Tampilkan postingan dengan label usaha. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label usaha. Tampilkan semua postingan

Rabu, 10 Desember 2008

Tips melakukan analisa persaingan usaha

Salah satu langkah yang penting sebelum anda memulai bisnis adalah melakukan analisa persaingan usaha / analisa kompetitor. Anda sebaiknya mereview literatur dari kompetitor , untuk melihat bagaimana mereka merepresentasikan usaha mereka dan seperti apa public image yang dibangun. Sering kali literatur bisnis memuat mission statement dan juga mengidentifikasi produk dan jasa spesifik mereka. James W. Hart, seorang pakar marketing, memberikan tips analisa persaingan usaha yang meliputi langkah- langkah seperti berikut : 1. Berperanlah sebagai pelanggan dengan cukup uang. Telponlah pesaing di daerah anda dan berbicaralah dengan representative dari perusahaan tersebut seperti layaknya anda adalah prospek potensial yang sedang mencari informasi. Anda dapat menanyakan dengan rumus 5WH (Who, What, When, Where, Why and How) untuk memberi pertanyaan yang cerdas dan mendapat jawaban tentang kekuatan dan kelemahan pesaing anda. Salah satu hal terpenting yang harus berhasil anda lakukan adalah membuat mereka mengirimkan sales & information package mereka pada anda, dimana dalam package tersebut akan dijelaskan mengenai produk dan jasa mereka. Literatur bisnis kompetitor anda akan menceritakan secara detil mengenai public image mereka , dan disamping itu anda dapat mempelajari kekuatan dan kelemahan produk dan jasa yang mereka tawarkan secara detil. Pastikan juga anda mempelajari bagaimana mereka menghandle telepon dari pelanggan, memproses permintaan informasi, dan berapa lama permintaan informasi tersebut akhirnya sampai ke tangan anda. Dapatkan anda menawarkan sistim komunikasi yang lebih baik ? Bagaimana tampilan dari business card mereka ? Hal-hal yang kecil seperti ini dapat memberikan gambaran mengenai kekuatan dan kelemahan anda sendiri, sehingga dapat ditentukan apakah anda dapat bersaing dengan mereka atau tidak. Apakah anda akan bersaing dalam hal harga atau service yang lebih baik ? 2. Telponlah kompetitor di luar daerah anda. Anda selanjutnya dapat menelpon perusahaan yang sejenis dengan anda (atau yg sedang anda rencanakan) di luar daerah anda, dimana anda tidak dianggap sebagai saingan mereka. Dengan demikian, mereka tidak merasa terancam saat anda memberikan pertanyaan. Sangatlah berguna bila anda dapat berbicara dengan personel kunci dari perusahaan sejenis, misalkan di lain propinsi. Saat anda berbicara dengan kompetitor yang jauh jaraknya seperti ini, pendekatan anda haruslah lebih“straight-forward”. Anda dapat katakan pada pemilik ataupun managernya, bahwa anda sedang berpikir untuk membuka usaha sejenis dan berharap mendapat masukkan/input dari mereka. Sering kali mereka dengan senang hati akan memberikan input tentang industri mereka, bisnis secara keseluruhan dan banyak lagi informasi gratis pada anda. Meskipun demikian, anda perlu berhati-hati agar tidak menghabiskan waktu terlalu banyak dalam bertanya, batasi percakapan telpon anda 10 sampai 15 menit maksimum. Cara terbaik adalah memikirkan pertanyaan-pertanyaan terlebih dahulu, dan menuliskannya di atas kertas, sehingga anda dapat menanyakannya dengan lancar. Dengan demikian anda akan tampak seperti seorang professional, dan jika suatu saat anda perlu menelpon lagi, mereka akan menerimanya. Jika anda terdengar seperti seorang bodoh saat berbicara di telpon, mereka mungkin tidak akan menerima telpon anda lagi. Kuncinya adalah tidak menghamburkan waktu. 3. Terakhir anda dapat melakukan “in-field competition analysis” dengan melakukan telemarketing pada prospek dan menanyakan apakah mereka mengenal kompetitor anda, pernah menjalin hubungan bisnis dengan mereka, dan lain-lain. Dengan melakukan ini, anda juga melakukan prekualifikasi terhadap prospek potensial yang belum pernah menjalin bisnis dengan kompetitor anda, dan membuka peluang terjadinya penjualan. Sebagai tambahan, di saat anda berada di luar melakukan sales call, anda dapat melakukan cara yang sama saat berbicara dengan prospek dan anda dapat mengetahui apa yang mereka suka dan apa yang tidak mereka suka dari kompetitor anda. Sekali lagi, anda dapat membuka peluang terjadinya penjualan dengan mengidentifikasi poin-poin differensiasi anda terhadap kompetitor. Dengan melakukan langkah-langkah di atas dan mengasah phone-skills anda, dipastikan anda akan mendapatkan banyak informasi berguna tentang bisnis yang sedang anda rencanakan.

Senin, 01 Desember 2008

Langkah-langkah sukses &Tips bagi pemula

Langkah-Langkah Sukses Tips sebelum memulai usaha:
  • • Memikirkan untung rugi
  • Apakah kegiatan usaha atau pekerjaan yang ditekuni justru lebih banyak menghabiskan uang dibandingkan jika tidak bekerja?. Misalnya, wirausaha membuat anda harus mengeluarkan biaya untuk pemakaian telepon, listrik, biaya transportasi dan sebagainya, sehingga jika dihitung justru mendatangkan kerugian. Selain untung-rugi secara material, untung-rugi nonmaterial juga diperhitungkan.
  • • Menyiapkan modal usaha
  • Modal usaha dapat diperoleh melalui sebuah perencanaan matang, yaitu dengan menyisihkan sejumlah uang setiap bulan sehingga pada saat direncanakan, tabungan dapat digunakan sebagai modal. Sebaiknya modal juga merupakan tabungan yang sama sekali tidak dialokasikan untuk biaya tak terduga, dana darurat, maupun tabungan-tabungan bertujuan lain. Untuk ini Anda juga perlu mencermati risiko plus-minus berhutang. Konsultasikan hal ini pada ahli keuangan.
  • • Sesuai minat .
  • Bidang usaha yang dikuasai dan diminati dapat mengurangi faktor risiko.
  • • Melihat kebutuhan pasar
  • Cermati kompetitor. Apakah ada kompetitor dengan bidang usaha yang sama di lingkungan tempat anda berusaha? Bagaimana animo masyarakat terhadap bidang usaha tersebut?
  • • Kreatif mencari diferensiasi usaha
  • Jika bidang usaha yang akan anda lakukan banyak dijalankan beberapa kompetitor, cobalah kreatif mencari diferensiasi dari usaha yang sama. Seperti Yayu yang menyediakan buku bacaan bermutu dan alat komunikasi di setiap mobil antar-jemputnya. Atau, Indira yang menyediakan paket kursus spesial liburan.
  • • Mengantisipasikan berbagai masalah . Siapkan berbagai alternatif cara mengatasi masalah.
  • • Mulai dari yang kecil dan tidak butuh banyak modal.
  • Usaha yang dimulai dari rumah biasanya lebih memudahkan anda menjalankannya dengan risiko relatif lebih kecil dibanding menyewa tempat di luar rumah.
  • Jangan Lakukan!
  • Jangan mencampur aduk keuangan keluarga atau pribadi dengan keuangan usaha. Pisahkan secara tegas urusan rumah tangga dan urusan usaha. Misalnya, seorang ibu memasukkan anak ke TPA (Tempat Penitipan Anak) yang dikelolanya, ia harus memperlakukan si anak sama dengan anak lain. Anak harus dicatat sebagai konsumen yang juga dianggap membayar.
  • Kiat-kiat Bagi Pemula
  • • Jangan punya usaha yang hanya bertarget semata-mata demi keuntungan.
  • • Terbuka terhadap saran dan kritik konsumen.
  • Keseriusan merupakan modal utama dalam berusaha, sekecil apa pun usaha tersebut.
  • • Manajemen waktu yang baik merupakan kunci sukses sehingga ibu sebaiknya menyeimbangkan waktu dalam mengurusi usaha, mengurus rumah tangga dan memenuhi kebutuhan pribadi, seperti bersosialisasi.

Minggu, 30 November 2008

BANYAK PELUANG USAHA YANG MENGUNTUNGKAN DISEKITAR KITA

Belakangan ini menurut pemerintah, perekonomian negeri indonesia dikatakan sudah mulai membaik, namun kenyataanya dilapangan tidak seoptimis yang dikatakan oleh pemerintah, tingkat kemiskinan masih sangat memprihatinkan, penangangguran masih terlihat dimana-mana,Tak heran ,tingkat kejahatan terus meningkat dari waktu kewaktu.
Namun dibalik semua masalah yang masih mendera bangsa ini,sebenarnya banyak peluang terbentang yang ada dihadapan kita. Sudah menjadi rahasia umum bahwa ditengah krisis ekonomi yang terjadi pada bangsa ini, bermunculan usaha kecil yang baru maupun yang lama yang terus bertahan tanpa bayak tergantung pada keadaan ekonomi yang terus berubah. Usaha-usaha kecil ini , yang kebanyakan awalnya muncul dari lingkungan rumah tangga,justru menjadi penggerak roda perekonomian bangsa.
Usaha yang lazim digolongkan sebagi UMKM atau Usaha,Mikro,Kecil dan Menengah diakui pemerintah telah menjadi penyelamat perekonomian bangsa yang tengah terjepit. Meski kecil, mereka telah membuka lapangan pekerjaan bagi banyak tenaga disekitanya. Ini jelas mengurangi pengangguran.UMKM itu bisa menjadi sendi-sendi penyelamat perekonomian.kita ingin melihat bagaimana mengolah berbagai peluang yang terbentang disekitar kita untuk dijadikan sebuah pekerjaan yang menghasilkan. Marilah kita mencoba melihat sisi positif dari semua kejadian dan keadaan yang menimpa negeri ini. Kalau anda merasa tertekan dengan keaadan ini, kalau anda merasa sulit dengan semua kondisi ini,kalau anda merasa pesimis dengan apa yang anda hadapi saat ini, marilah kita sama-sama mencoba menggali potensi yang ada disekeliling kita untuk mengubah pandangan kita sehingga optimisme itu muncul demi perbaikan kita masing-masing.
Sedikit gambaran peluang bisnis, nan jauh dinegeri orang, bangun pagi pun bisa dibisniskan ,ada saja kebutuhan orang untuk dibangunkan yang kemudian membuka peluang jasa morning call yang sekarang lazim ijumpai dihotel-hotel,Nampak sepele, namun usaha kecil ini cukup menghasilkan.Bayangkan,orang membayar hanya untuk dibangunkan!
Masih peluang bisnis seputar kasur , kini coba lihat kasur,guling,atau bantal anda. Barangkali ada hiasan unik pada aksesoris yang menemani anda tidur itu, Yah, dengan sedikit sentuhan ,sarung bantal atau guling anda menjadi cantik, dan tanpa sadar anda barangkali telah membayar lebih untuk hal tarsebut,Nah berapa banyak orang yang tidur didunia ini?
Semua pasti pernah tidur. Jadi membuat kerajinan untuk memperindah bantal dan guling ini masih terbuka lebar Coba lihat lagi peluang bisnis disekeliling anda. Setiap hari anda makan bukan? Nah urusan perut adalah sebuah peluang yang tak akan ada habisnya. Coba tengok warung nasi selalu bermunculan, café atau restoran kecil, besar,sederhana, mewah terus berdatangan. Itu karena mereka melihat peluang yang masih terbuka diurusan makanan ini.
Selain itu, coba lihat saat anda berangkat kerja atau anak anda sekolah,banyak angkutan yang dijadikan alternative untuk mengantar ketempat tujuan. Sebagai contoh Jakarta &Surabaya,terutama yang tinggal dipinggiran, sudah menjadi rahasia umum kalau penghuni yang punya mobil penumpang seperti kijang atau carry menyediakan mobilnya untuk mengangkut penumpang dengan tujuan yang sama.dan itu tidak gratis, setidaknya seorang Rp 4000,- atau Rp 5000,- dengan penumpang sejumlah, katakanlah 8 orang per sekali angkut.setidaknya berarti PP bisa menghasilkan minimal 60 ribu. Untuk 20 hari kerja berarti bisa mengumpulkan Rp1.200.000,-. Lumayan bukan? Bisa untuk membayar biaya bensin sebulan dan bayar tol serta perawatan bulanan.
Menarik bukan? Sekarang kalau kita coba lihat diri sendiri. Anda menggunakan telepon genggam? Berapa kali anda mengisi ulang pulsa anda dalam sebulan? Mungkin hanya sekali atau dua kali dalam sebulan. Tak terlalu sering.Tapi coba lihat fakta disekeliling anda.Mengapa penjual voucher handphone justru makin menjamur? Itu berarti, kebutuhan makin banyak. Nah,sekarang kalau anda mau kreatif, coba jual voucher dikantor anda, kedekatan anda dengan teman sekantor tentu akan mempermudah dalam menjual voucher tersebut.Meski tak untung banyak, barangkali anda pun akan bisa berhemat dengan penghasilan anda tersebut untuk setidaknya hasilnya bisa menutupi biaya bulanan pembelian voucher anda. Nah banyak bukan peluang yang terbentang disekitar kita. Peluang itu bahkan kalau diseriusi, tak jarang justru akan menjadipenghasilan utama kita.
Sekarang , coba biasakan malihat-lihat sekeliling kita, adakah peluang yang bisa digarap.Daripada memikirkan gaji yang tak naik-naik,cobalah meningkatkan penghasilan dengan mencari peluang disekitar kita . Barangkali, kalau bisa menjadi besar,bahkan anda tak perlulagi jadi pegawai, anda bahkan bisa menjadi juragan baru yang bisa menggaji orang dengan bisnis yang anda tekuni.